Bicara soal film Indonesia yang ditayangkan di bioskop?? Ga ada menariknya sama sekali, semuanya hampir dengan tema yang sama dan bikin penikmat film jadi bosan. Bukannya bilang film Indonesia ga bagus cuman, ada yang bagus tapi malah ga ditampilin di bioskop. Biasanya nih, film Indonesia yang banyak ditampilin di bioskop adalah bergenre horor, tapi ga jelas. Kenapa dibilang ga jelas? Karena film yang dibilang horor itu ga ada bedanya ama film porno, ga ada nilai seni dan estetikanya sama sekali. Pernah saya menonton dengan genre horor di bioskop, dengan judul Jenglot Pantai Selatan, ya ampun baru setengah jam aja udah ngantuk, boro-boro teriak ketakutan malah lucu sendiri. Dengan alur cerita dan akting yang asal-asalan, aktris yang aktingnya sok seksi guling-guling di pasir pamer body ga jelas padahal cuma lagi ngambil kerang doang di tepi pantai (kebayang ga sih? Masa adegan ngambil kerang seorang diri segitu lebaynya). Coba kalo tuh aktris setting adegannya diganti ama padang rumput, aku yakin pasti dia bakal guling-guling sambil makan rumput sekalian, saking menghayatinya..hahaha, Oops! just kiding. Belum lagi properti hantu jenglot yang dipake keliatan banget palsunya, akting dukun-dukunan ga jelas. Pokoknya film itu sangat ga berkarakter dan ga mendidik sama sekali.
Pengamatan yang menarik dari perspektif dan kapasitas saya sebagai movie freak alias pencinta film kalo soal film Indonesia yang “ngakunya bergenre horor” ini. Para produser film seakan berlomba-lomba memproduksi film jenis ini, padahal isinya ga ada yang bikin horor sama sekali malah nyerempet ke film porno. Jenis film ini banyak sekali di pangsa pasar film Indonesia. Kalo bisa digambarkan, ibarat kata bak ojek payung di musim hujan. Kalo seperti itu, tentu aja penikmat film yang ga tau merasa rugi dan dibohongin.
Banyak hal yang menarik kalo ngomongin film horor Indonesia, mulai dari bikin sensasi kaya tonjok-tonjokan sesama pemain sebagai trik marketing film, pemilihan pemain film yang bermodal fisik yang seksi dengan akting yang ga terlalu berkualitas, alur cerita dan adegan-adegan yang ga terlalu jelas dan penting, judul film yang nyeleneh sebagai selling point kaya : Setan Facebook, Pocong vs Kuntilanak, Dendam Pocong Mupeng, Hantu Puncak Datang Bulan, Pocong Mandi Goyang Pinggul, Suster Keramas, Kuntilanak Kesurupan, Misteri Hantu Selular, Pocong Mandi, Hantu Budeg, Mati Kemaren (Tiren), Mati di Ranjang (Tiran : Sekuel II Tiren), Pocong Ngesot, Pocong Keliling, Hantu Binal Jembatan Semanggi, Hantu Jeruk Purut dan sederet judul film lainnya yang bikin saya geleng-geleng kepala kaya Trio Macan…Hihihi. Nah, berdasarkan judul filmnya, bisa ga anda bayangin adegan apa yang bakal ditayangin. Kalo aku sih ngebayanginya perjudul filmnya gini, seperti Pocong Mandi Goyang Pinggul : Ada pocong lagi mandi, terus dia goyang-goyang pinggul, yang jadi pertanyaan kenapa pocong mandi? Lalu kalo mandi apakah pocong pake sabun, shampoan, sikat gigi dan semacamnya terus dia mandinya dimana kalo numpang dikamar mandi orang kan ga mungkin. Suster Keramas dan Pocong Mandi : Kenapa suster harus keramas dan pocong mandi? Apakah ini trendnya hantu-hantu ingin membersihkan dan merawat kecantikan diri, mungkinkah akan berlanjut ke judul berikutnya misalnya Kuntilanak Creambath, Genderuwo Manicure Pedicure, Tuyul Kribo Potong Rambut, Pocong Facial, Sundel Bolong Luluran dll. Pocong vs Kuntilanak : Apakah ini mau bersaing dengan film Hollywood kaya Alien vs Predator. Tiren dan Tiran : Besok-besok ada sekuelnya yaitu Tiron alias Mati Keroncongan. Hantu Budeg dan Kuntilanak Kesurupan : Ya ampun kasian banget sudah jadi hantu kuntilanak udah gitu budeg kesurupan pula. Misteri Hantu Selular : Apakah akan berlanjut ke Misteri Hantu Sandal Jepit Swallow atau Hantu Jeruk Purut yang akan berlanjut ke Hantu Jeruk Bali atau Jeruk Nipis. Atau mungkin yang terbaru adalah Pocong Cenat-Cenut. Ahh.. Hanya Tuhan yang tahu, apa yang dipikirkan orang-orang film ini.
Apakah sineas film itu udah ga ada ide lagi untuk menciptakan film yang berkualitas yang benar-benar disukai masyarakat. Hal ini sangat disesalkan, kalo mereka hanya mengejar keuntungan yang sebesarnya tanpa melihat kualitas serta impactnya secara sosial terutama moral. Film horor Indonesia sekarang ini, kalo dalam kamus fashionnya itu lebih banyak followers daripada trendsetternya, ga inovatif dan kreatif untuk memberi alternatif pilihan bagi masyarakatnya sendiri yang sudah bosan dengan sajian yang itu-itu saja. Jika tidak bisa membuat film yang mahal-mahal seperti Hollywood, paling tidak berikanlah film yang berkualitas namun mendidik. Jadi, jangan bilang menonton karena anda penasaran ato sekedar coba-coba. Karena itu sama saja memberi film-film itu ruang di perfilman kita, sehingga membuat film kita dijejali dengan hal-hal seperti itu dan menjadi tidak berkembang. Suka ato tidak suka itu adalah sebuah pilihan, tapi jadilah pencinta film yang kritis dan bijak demi kemajuan industri perfilman nasional. Kalo film China bisa terkenal dgn kungfunya dan kolosalnya yang apik, Korea dan Jepang dengan drama romantisnya yang mengharu-biru, Hollywood dgn fantasi, fiksi, action thriller dgn special effectnya yang wah, ato bahkan India lengkap dengan nyanyian dan joged-jogedannya. Lalu kenapa kita tidak bisa menciptakan sesuatu film yang benar-benar menjadi ciri khas Indonesia yang berkualitas, disukai serta mendidik.. Sekali lagi..Hidup Film Indonesia!!
0 komentar:
Posting Komentar