Ini hari ke dua puluh enam di bulan April
Dan kamu masih malas-malasan mengenai studi mu di kampus
Petra.... Petra
Sudah sejak lama rasanya menjadi anak kuliahan yang paling menyebalkan adalah mengerjakan TA
Semester yang merupakan titik jenuh tertinggi
Lagi ga mau nyemangatin diri sendiri
Pasalnya saya menikmati kemalasan ini
Saya bersenang-senang untuk kegilaan yang tak akan bisa lakukan di kemudian hari
Lagi senang-senangnya baca buku
Menyewa banyak buku dan sukses membuat penjaga di penyewaan buku ternganga
Tapi bagaimana lagi, buku selalu sukses mengalihkan perhatian-perhatian saya terhadap situasi yang terkadang melelahkan.
Selamat bermalas ria dan menikmati harimu, hei pemalas ! :)
Blog List
Kamis, 25 April 2013
Clown
So, I'll be your clown
Behind the glass
Go 'head and laugh cause it's funny
Clown - Emeli Sande
Seperti badut yang pandai menyembunyikan perasaan di balik riasan tebalnya
Riasan wajahnya warna warni, riasan yang mengekspresikan kebahagiaan
Apakah dalam hidupmu, kamu pernah seolah-olah merasa seperti badut ?
Aku pernah dan aku tau rasanya.........
Mungkin kamu juga pernah....
Atau jangan-jangan, kita semua pernah jadi badut :)
Minggu, 07 April 2013
Untuk seseorang di masa depan
Dalam cinta, saya mau belajar sederhana
Saya bukan orang yang sering mengalami kisah cinta dengan banyak orang yang berbeda dalam kurun waktu 21 tahun kehidupan saya.
Tapi satu hal yang saya pelajari bahwa, saya butuh kesederhanaan di dalamnya.
Saya tidak suka yang kompleks, tidak juga mengikuti arus.
Saya banyak mengalami evolusi pemikiran yang membuat saya menyatakan pada diri saya "ini saya, dan begini adanya".
Saya kadang ingin sekali menyatakan maaf kepada orang-orang yang pernah bersinggungan bertemu di satu titik dengan kehidupan saya.
Maaf membuat kalian terlalu berpikir
Maaf membuat kalian pusing
Maaf membuat kalian hingga menjadi begitu lelah
Mungkin saya terlalu kaku hingga keras kepala
Tapi, maafkan saya.. Saya tidak bisa untuk menjadi sesuatu yang bukan saya.
Saya tidak sama lagi, ketika usia semakin bertambah dan banyak hal yang semakin hari saya renungi dalam-dalam.
Saya hanya merasa punya satu sisi yang mungkin tidak semua orang dapat menerimanya.
Saya punya dunia saya sendiri, yang mungkin tidak semua orang paham.
Saya dengan kecuekan saya.
Saya yang takut kesepian tetapi tidak takut sendirian
Saya yang kata orang ketika zaman sekarang ketika jalan-jalan ke suatu tempat diharuskan membawa kawan atau gandengan, tetapi bisa dengan santai menikmati jalan-jalan sendirian ke suatu tempat.
Saya yang mungkin jarang mengucapkan kata-kata sayang yang berlebihan atau gombal kepada pasangan saya yang terdahulu, mungkin sekedar dengan kata "I love you" berapa kali setiap harinya. Atau dengan menggombal berlebih-lebihan "Kamu selamanya bagiku, karena aku tdk bs hidup tanpa kamu" semakin hari bukan style saya. Sudah kubilang, saya ingin yang sederhana daripada sekedar hal-hal yang manis dan omong kosong.
Saya ingin yang sederhana.
Karena saya akan mencintai kamu dengan sederhana pula
Kata siapa sederhana itu tidak besar
Kata siapa sederhana itu tidak mewah
Mungkin karena kamu terlalu sering teracuni hal-hal yang berlebihan
Tidak bisa janji selamanya bagi kamu, karena rumus hidup itu dinamis yang selalu punya awal dan akhir.
Bagaimana, kelak jika kita berjanji agar kamu tetap menjadi kamu dan aku tetap menjadi aku
Ada saat dimana kita menjadi baik baik saja dalam berjalan beriringan.
Tetapi kamu harus ingat rumus hidup yang dinamis, terkadang apa yang kita jalani fluktuatif.
Suatu hari mungkin aku sangat mengesalkan bagimu atau sebaliknya. Tapi mungkin saja itu satu fase bahwa hidup tidak selalu menawarkan yang baik-baik saja tetapi juga sepaket hal-hal yang mengesalkan dalam hidupmu.
Kau tau karena aku tidak hanya menyenangkan di suatu waktu tapi juga mengesalkan di lain waktu.
Kata ibuku, itu semua wajar karena manusia punya keduanya di dalam dirinya.
Ketika, aku mulai menyukaimu maka aku akan menaruh kepercayaan banyak-banyak kepadamu.
Mungkin ini aneh, disaat semua ketakutan tersakiti karena semakin menyukai seseorang, aku memberimu kepercayaan banyak-banyak.
Tapi itu cara saya menyukaimu, kamu harus jaga itu baik-baik.
Kelak, jika kita bertemu di satu titik. Kita jangan berlebih-lebihan ya.
Kita jatuh cintanya pelan-pelan.
Jangan pula ada gombal-gombal yang berlebihan.
Kita akan berkencan, tidak melulu soal film apa di bioskop, makan mahal, hadiah mahal.
Bagaimana kalau kita sesekali ke toko kue beli bola-bola cokat atau ke toko membeli es krim.
Bagaimana kita tidak harus selalu pergi ke gerai makanan cepat saji yang lumayan mahal.
Bagaimana jika kita sesekali bersantai menikmati makanan pinggir jalan. Ahh, aku bukan tipikal wanita yang cerewet soal makanan. Kau harus tau itu...:)
Bagaimana-bagaimana selanjutnya, saya akan menunggu saat itu.
Tidak sekarang, mungkin nanti :)
Saya bukan orang yang sering mengalami kisah cinta dengan banyak orang yang berbeda dalam kurun waktu 21 tahun kehidupan saya.
Tapi satu hal yang saya pelajari bahwa, saya butuh kesederhanaan di dalamnya.
Saya tidak suka yang kompleks, tidak juga mengikuti arus.
Saya banyak mengalami evolusi pemikiran yang membuat saya menyatakan pada diri saya "ini saya, dan begini adanya".
Saya kadang ingin sekali menyatakan maaf kepada orang-orang yang pernah bersinggungan bertemu di satu titik dengan kehidupan saya.
Maaf membuat kalian terlalu berpikir
Maaf membuat kalian pusing
Maaf membuat kalian hingga menjadi begitu lelah
Mungkin saya terlalu kaku hingga keras kepala
Tapi, maafkan saya.. Saya tidak bisa untuk menjadi sesuatu yang bukan saya.
Saya tidak sama lagi, ketika usia semakin bertambah dan banyak hal yang semakin hari saya renungi dalam-dalam.
Saya hanya merasa punya satu sisi yang mungkin tidak semua orang dapat menerimanya.
Saya punya dunia saya sendiri, yang mungkin tidak semua orang paham.
Saya dengan kecuekan saya.
Saya yang takut kesepian tetapi tidak takut sendirian
Saya yang kata orang ketika zaman sekarang ketika jalan-jalan ke suatu tempat diharuskan membawa kawan atau gandengan, tetapi bisa dengan santai menikmati jalan-jalan sendirian ke suatu tempat.
Saya yang mungkin jarang mengucapkan kata-kata sayang yang berlebihan atau gombal kepada pasangan saya yang terdahulu, mungkin sekedar dengan kata "I love you" berapa kali setiap harinya. Atau dengan menggombal berlebih-lebihan "Kamu selamanya bagiku, karena aku tdk bs hidup tanpa kamu" semakin hari bukan style saya. Sudah kubilang, saya ingin yang sederhana daripada sekedar hal-hal yang manis dan omong kosong.
Saya ingin yang sederhana.
Karena saya akan mencintai kamu dengan sederhana pula
Kata siapa sederhana itu tidak besar
Kata siapa sederhana itu tidak mewah
Mungkin karena kamu terlalu sering teracuni hal-hal yang berlebihan
Tidak bisa janji selamanya bagi kamu, karena rumus hidup itu dinamis yang selalu punya awal dan akhir.
Bagaimana, kelak jika kita berjanji agar kamu tetap menjadi kamu dan aku tetap menjadi aku
Ada saat dimana kita menjadi baik baik saja dalam berjalan beriringan.
Tetapi kamu harus ingat rumus hidup yang dinamis, terkadang apa yang kita jalani fluktuatif.
Suatu hari mungkin aku sangat mengesalkan bagimu atau sebaliknya. Tapi mungkin saja itu satu fase bahwa hidup tidak selalu menawarkan yang baik-baik saja tetapi juga sepaket hal-hal yang mengesalkan dalam hidupmu.
Kau tau karena aku tidak hanya menyenangkan di suatu waktu tapi juga mengesalkan di lain waktu.
Kata ibuku, itu semua wajar karena manusia punya keduanya di dalam dirinya.
Ketika, aku mulai menyukaimu maka aku akan menaruh kepercayaan banyak-banyak kepadamu.
Mungkin ini aneh, disaat semua ketakutan tersakiti karena semakin menyukai seseorang, aku memberimu kepercayaan banyak-banyak.
Tapi itu cara saya menyukaimu, kamu harus jaga itu baik-baik.
Kelak, jika kita bertemu di satu titik. Kita jangan berlebih-lebihan ya.
Kita jatuh cintanya pelan-pelan.
Jangan pula ada gombal-gombal yang berlebihan.
Kita akan berkencan, tidak melulu soal film apa di bioskop, makan mahal, hadiah mahal.
Bagaimana kalau kita sesekali ke toko kue beli bola-bola cokat atau ke toko membeli es krim.
Bagaimana kita tidak harus selalu pergi ke gerai makanan cepat saji yang lumayan mahal.
Bagaimana jika kita sesekali bersantai menikmati makanan pinggir jalan. Ahh, aku bukan tipikal wanita yang cerewet soal makanan. Kau harus tau itu...:)
Bagaimana-bagaimana selanjutnya, saya akan menunggu saat itu.
Tidak sekarang, mungkin nanti :)
Jumat, 01 Februari 2013
Broken Heart
Matilah kau, di dalam hatiku, bawa saja pergi dirimu sampai ke dasar lautan
Matilah kau bersama cintaku, banyak berharaplah dirimu semoga dapat bahagia......
Once - Matilah kau
Rabu, 03 Oktober 2012
Sebuah Cerita di Kampus FISIP Universitas Palangkaraya
Saya masih ingat, sekitar pertengahan tahun 2009 adalah
dimana ketika saya baru saja dinyatakan lulus dari salah satu SMA di kota ini,
yaa.. Kota Palangkaraya. Sebagai siswa yang telah menempuh 3 tahun di SMA,
tentu ini adalah perjuangan yang tidak sia-sia. Sebagaimana layaknya, anak SMA
yang lain saya pun turut larut dalam euforia kelulusan. Diam-diam, dalam hati
kian banyak pertanyaan dan sekaligus harapan yang bermunculan. “Kira-kira nanti
rasanya jadi anak kuliahan bagaimana ya ?” atau “Kira-kira pilihan jurusan
kuliah yang kucantumkan di penerimaan mahasiswa baru jalur undangan, bakalan
ngebawa aku ke arah mana lagi nih ?”. Pertanyaan kian menumpuk, harap-harap
cemas tanpa tau apa yang terjadi kedepannya adalah semacam hantu dalam pikiran.
Tapi, lama-lama saya mulai mengerti bahwa ada baiknya segala sesuatu dijalani
dengan begitu saja.
Ketika itu, entah nasib ataupun apa saya menuliskan
Program Studi Administrasi Negara sebagai pilihan di dalam surat penerimaan
mahasiswa baru jalur undangan. Dan jadilah kemudian saya terdampar di salah
satu jurusan Sosial Politik yang ada di Universitas Palangkaraya itu.
Waktu itu, Jurusan Sosial Politik berstatus jurusan baru
di Universitas Palangkaraya, dan jurusan ini idealnya adalah Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik, namun sayangnya itu tidak terjadi karena terkendala banyak
hal. Dan akhirnya, jurusan ini untuk sementara bernaung di bawah Fakultas
Ekonomi sebelum membentuk fakultas sendiri. Tentu, hal ini adalah sesuatu yang
mengkhawatirkan, tidak hanya bagi saya tapi juga teman-teman mahasiswa baru
yang lain dan juga kakak-kakak senior yang telah terlebih dahulu masuk di
jurusan ini.
Awal perkuliahan, dari anak SMA ke anak kuliahan hal yang
paling sulit adalah beradaptasi. Beradaptasi dengan lingkungan belajar yang
baru, teman baru, proses belajar mengajar yang berbeda dengan masa SMA adalah
tantangan yang cukup berat. Sempat desperate dan malas-malasan, tapi lama-lama
akhirnya mencoba untuk menikmati.
Dan akhirnya, hingga detik ini dimana hingga mendekati
semester akhir saya masih ada disini di kampus ini. Saya turut bertransformasi
bersama dengan kampus ini. Kampus yang hanya berawal dari sebuah jurusan yang
menumpang di fakultas lain, sampai berubah status menjadi Fakultas Ilmu Sosial
dan Politik di awal tahun 2012 lalu. Dari gedung kampus yang kecil sederhana
hanya terdiri dari beberapa ruangan dengan fasilitas minim di Fakultas Ekonomi,
hingga pindah ke kampus yang letaknya paling ujung di Universitas Palangkaraya
dengan fasilitas yang memadai. Di kampus FISIP, saya bertumbuh kembang dari
anak-anak lulus SMA yang bego menjadi seorang mahasiswi. Di kampus FISIP, saya
bersama kakak-kakak senior dan teman-teman angkatan 2009 mengenal dunia sosial
politik. Kami belajar, kami berdiskusi, kami berdebat, kami bermain. Kehidupan
di kampus FISIP yang penuh dinamika, kami menemukan teman, sahabat, cinta, bahkan
keluarga.
Di kampus ini saya menemukan banyak hal. Well, saya tidak
mengatakan selama kehidupan yang saya jalani di kampus selalu berjalan mulus,
sometimes ada hal-hal yang menyebalkan. Tapi jika mau dilihat kembali, berada
dan menjadi bagian dari keluarga besar kampus FISIP adalah salah satu hal yang
paling membahagiakan dalam hidup saya. Saya belajar berorganisasi dan bertemu
dengan banyak orang. Saya menemukan sahabat yang beragam karakternya yang
kadang-kadang rada ajaib dan susah untuk dinalari dengan logika. Kami bersama,
berbagi moment mengenai makna kebersamaan, tak jarang diantara kami muncul
pertentangan satu sama lain. Tapi itu hidup bukan ? Tidak ada yang datar-datar
saja, dan sekali lagi hal yang paling mudah untuk dilakukan adalah menikmati.
Ya, menikmati..., begitu menikmatinya hingga saya
berharap saya bisa menekan tombol pause/tunda agar hidup saya bisa stagnan
disaat ini dan tetap menjadi muda haha, konyol ! Konyol karena sebegitu
beruntungnya saya berada di kampus ini bertemu dengan kalian sahabat-sahabatku,
teman angkatanku 2009, selain itu
angkatan lain baik itu senior hingga junior. Beruntungnya saya, bisa menikmati
masakan Kantin Mina dan Pentol Kuah/ Gorengan Amang dan Acil yang menjadi idola
bagi lidah sebagian mahasiswa di kampus. Ya, mereka adalah bagian kecil dari
kampus yang berarti, tak terbayang bagaimana perut yang lapar sehabis kuliah
tak terganjal oleh masakan yang mereka buat. Dan tak kalah serunya, apabila
area kantin dan sekitar area gerobak pentol tidak hanya dijadikan sebagai ajang
untuk mengganjal perut, tapi juga sebagai berdiskusi, berselisih, bermain,
bercanda, hingga bergosip ria. Kini, kampus FISIP dengan jumlah mahasiswa dan
alumninya kian hari kian bertambah. Dan tentu saja akan ada banyak kisah-kisah
lain yang akan tertulis disana, di
kampusku : KAMPUS FISIP UNIVERSITAS PALANGKARAYA.
Jumat, 29 Juni 2012
I LOVE BOOKS
Gue suka sekali membaca. Novel, komik, teenlit, metropop dsb semuanya gue suka. Biasanya bacaan yang dibaca dari skala ringan sampe berat. Ketika membaca buku, berasa ada di dunia sendiri, hening, berpikir, memaknai dan memahami. Membaca buku bikin gue kecanduan, memperkuat imajinasi, memperluas sudut pandang, menambah pengetahuan dsb. Well, ada beberapa buku yang gue suka, entah berapa banyak buku yang kubaca tapi cuma buku-buku yang istimewa kayanya yang keinget nemplok dikepala.I LOOOOVVEEEE BOOKKKSSSS
Balada Putus Cinta
"Rasakan semua, demikian pinta sang hati. Amarah atau asmara, kasih atau pedih, segalanya indah jika memang tepat pada waktunya. Dan inilah hatiku, pada dini hari yang hening. Bening. Apa adanya."
Dee, Rectoverso
Apa yang lo pikirkan ketika habis putus cinta ? Pasti rasanya nyeseeekkkk banget. Berasa dunia itu ga adil, dan merutuki nasib yang lagi-lagi harus patah hati untuk kesekian kalinya. Disaat patah hati semua resah, gundah, gelisah dan merana *beratttt, udah kaya hantu yang gangguin hidup lo. Dikit-dikit ingat si doi, apa-apa mikirin si doi... arrgghh. Berasa dunia ini sempit dan isinya cuma penderitaan doang.
Btw, sebulan ini setelah mendapatkan beragam kegalauan hati, akhirnya sampe juga pada titik perenungan atas segala apa yang pernah terjadi dalam kehidupan gue. Mencoba bangkit dari reses hati, gue belajar mencari sisi positif atas apa yang terjadi. Sebuah pembelajaran bagi gue untuk mengerti bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik. Klasik sih, tapi itu adalah cara yang ampuh, gue mulai belajar apa itu arti dari sebuah keikhlasan bahwa alam semesta dan Tuhan akan selalu menyeleksi orang-orang yang ada di samping lo, datang dan pergi seberapapun lo suka, sayang, cinta ama tu orang. Ujung-ujungnya setiap manusia termasuk kita selalu punya jalan hidup yang ga ketebak. Kadang dalam pacaran yang namanya perpisahan ato putus dalam bahasa gaooolnya itu, ga melulu soal kesalahan, kebencian dsb, tapi ada juga yang masih saling sayang tapi entah kenapa juga harus pisah.
Mungkin emang udah waktunya kali ya, gue harus pergi dari kehidupan dia. Siklus alami datang dan pergi terdengar filosofis, entah kayanya beragam kata kurang atau ga mampu mewakilin sebuah fenomena putus cinta gue tang sedkit absurd dan kompleks ini.
Hari ini dan seterusnya gue mau mencoba tersenyum, gue mau bahagia, apapun penderitaan di depan gue, gue akan coba menjadi orang yang lebih baik lagi. Gue bukannya sok tegar ato gimana, percuma juga kali gue nangis bombay, curhat sana-sini secara berlebihan ama orang, emamgmya cuma kita satu-satunya d dunia ini yang punya masalah, toh ujung-ujungnya setiap orang akan menjalani hidupnya masing-masing. Gue terlihat baik-baik aja dan jarang mengeluh atas kehidupan gue, itu mungkin karena kira-kira setiap orang juga menjalani hidupnya seperti itu.
Langganan:
Postingan (Atom)




