Rabu, 03 Oktober 2012

Sebuah Cerita di Kampus FISIP Universitas Palangkaraya

Diposting oleh petraria di 04.21 0 komentar

Saya masih ingat, sekitar pertengahan tahun 2009 adalah dimana ketika saya baru saja dinyatakan lulus dari salah satu SMA di kota ini, yaa.. Kota Palangkaraya. Sebagai siswa yang telah menempuh 3 tahun di SMA, tentu ini adalah perjuangan yang tidak sia-sia. Sebagaimana layaknya, anak SMA yang lain saya pun turut larut dalam euforia kelulusan. Diam-diam, dalam hati kian banyak pertanyaan dan sekaligus harapan yang bermunculan. “Kira-kira nanti rasanya jadi anak kuliahan bagaimana ya ?” atau “Kira-kira pilihan jurusan kuliah yang kucantumkan di penerimaan mahasiswa baru jalur undangan, bakalan ngebawa aku ke arah mana lagi nih ?”. Pertanyaan kian menumpuk, harap-harap cemas tanpa tau apa yang terjadi kedepannya adalah semacam hantu dalam pikiran. Tapi, lama-lama saya mulai mengerti bahwa ada baiknya segala sesuatu dijalani dengan begitu saja.
Ketika itu, entah nasib ataupun apa saya menuliskan Program Studi Administrasi Negara sebagai pilihan di dalam surat penerimaan mahasiswa baru jalur undangan. Dan jadilah kemudian saya terdampar di salah satu jurusan Sosial Politik yang ada di Universitas Palangkaraya itu.
Waktu itu, Jurusan Sosial Politik berstatus jurusan baru di Universitas Palangkaraya, dan jurusan ini idealnya adalah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, namun sayangnya itu tidak terjadi karena terkendala banyak hal. Dan akhirnya, jurusan ini untuk sementara bernaung di bawah Fakultas Ekonomi sebelum membentuk fakultas sendiri. Tentu, hal ini adalah sesuatu yang mengkhawatirkan, tidak hanya bagi saya tapi juga teman-teman mahasiswa baru yang lain dan juga kakak-kakak senior yang telah terlebih dahulu masuk di jurusan ini. 
Awal perkuliahan, dari anak SMA ke anak kuliahan hal yang paling sulit adalah beradaptasi. Beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru, teman baru, proses belajar mengajar yang berbeda dengan masa SMA adalah tantangan yang cukup berat. Sempat desperate dan malas-malasan, tapi lama-lama akhirnya mencoba untuk menikmati.
Dan akhirnya, hingga detik ini dimana hingga mendekati semester akhir saya masih ada disini di kampus ini. Saya turut bertransformasi bersama dengan kampus ini. Kampus yang hanya berawal dari sebuah jurusan yang menumpang di fakultas lain, sampai berubah status menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik di awal tahun 2012 lalu. Dari gedung kampus yang kecil sederhana hanya terdiri dari beberapa ruangan dengan fasilitas minim di Fakultas Ekonomi, hingga pindah ke kampus yang letaknya paling ujung di Universitas Palangkaraya dengan fasilitas yang memadai. Di kampus FISIP, saya bertumbuh kembang dari anak-anak lulus SMA yang bego menjadi seorang mahasiswi. Di kampus FISIP, saya bersama kakak-kakak senior dan teman-teman angkatan 2009 mengenal dunia sosial politik. Kami belajar, kami berdiskusi, kami berdebat, kami bermain. Kehidupan di kampus FISIP yang penuh dinamika, kami menemukan teman, sahabat, cinta, bahkan keluarga. 

Di kampus ini saya menemukan banyak hal. Well, saya tidak mengatakan selama kehidupan yang saya jalani di kampus selalu berjalan mulus, sometimes ada hal-hal yang menyebalkan. Tapi jika mau dilihat kembali, berada dan menjadi bagian dari keluarga besar kampus FISIP adalah salah satu hal yang paling membahagiakan dalam hidup saya. Saya belajar berorganisasi dan bertemu dengan banyak orang. Saya menemukan sahabat yang beragam karakternya yang kadang-kadang rada ajaib dan susah untuk dinalari dengan logika. Kami bersama, berbagi moment mengenai makna kebersamaan, tak jarang diantara kami muncul pertentangan satu sama lain. Tapi itu hidup bukan ? Tidak ada yang datar-datar saja, dan sekali lagi hal yang paling mudah untuk dilakukan adalah menikmati. 
Ya, menikmati..., begitu menikmatinya hingga saya berharap saya bisa menekan tombol pause/tunda agar hidup saya bisa stagnan disaat ini dan tetap menjadi muda haha, konyol ! Konyol karena sebegitu beruntungnya saya berada di kampus ini bertemu dengan kalian sahabat-sahabatku, teman angkatanku 2009,  selain itu angkatan lain baik itu senior hingga junior. Beruntungnya saya, bisa menikmati masakan Kantin Mina dan Pentol Kuah/ Gorengan Amang dan Acil yang menjadi idola bagi lidah sebagian mahasiswa di kampus. Ya, mereka adalah bagian kecil dari kampus yang berarti, tak terbayang bagaimana perut yang lapar sehabis kuliah tak terganjal oleh masakan yang mereka buat. Dan tak kalah serunya, apabila area kantin dan sekitar area gerobak pentol tidak hanya dijadikan sebagai ajang untuk mengganjal perut, tapi juga sebagai berdiskusi, berselisih, bermain, bercanda, hingga bergosip ria. Kini, kampus FISIP dengan jumlah mahasiswa dan alumninya kian hari kian bertambah. Dan tentu saja akan ada banyak kisah-kisah lain yang  akan tertulis disana, di kampusku : KAMPUS FISIP UNIVERSITAS PALANGKARAYA.

 

Petralogy Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea