Saya masih ingat, sekitar pertengahan tahun 2009 adalah
dimana ketika saya baru saja dinyatakan lulus dari salah satu SMA di kota ini,
yaa.. Kota Palangkaraya. Sebagai siswa yang telah menempuh 3 tahun di SMA,
tentu ini adalah perjuangan yang tidak sia-sia. Sebagaimana layaknya, anak SMA
yang lain saya pun turut larut dalam euforia kelulusan. Diam-diam, dalam hati
kian banyak pertanyaan dan sekaligus harapan yang bermunculan. “Kira-kira nanti
rasanya jadi anak kuliahan bagaimana ya ?” atau “Kira-kira pilihan jurusan
kuliah yang kucantumkan di penerimaan mahasiswa baru jalur undangan, bakalan
ngebawa aku ke arah mana lagi nih ?”. Pertanyaan kian menumpuk, harap-harap
cemas tanpa tau apa yang terjadi kedepannya adalah semacam hantu dalam pikiran.
Tapi, lama-lama saya mulai mengerti bahwa ada baiknya segala sesuatu dijalani
dengan begitu saja.
Ketika itu, entah nasib ataupun apa saya menuliskan
Program Studi Administrasi Negara sebagai pilihan di dalam surat penerimaan
mahasiswa baru jalur undangan. Dan jadilah kemudian saya terdampar di salah
satu jurusan Sosial Politik yang ada di Universitas Palangkaraya itu.
Waktu itu, Jurusan Sosial Politik berstatus jurusan baru
di Universitas Palangkaraya, dan jurusan ini idealnya adalah Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik, namun sayangnya itu tidak terjadi karena terkendala banyak
hal. Dan akhirnya, jurusan ini untuk sementara bernaung di bawah Fakultas
Ekonomi sebelum membentuk fakultas sendiri. Tentu, hal ini adalah sesuatu yang
mengkhawatirkan, tidak hanya bagi saya tapi juga teman-teman mahasiswa baru
yang lain dan juga kakak-kakak senior yang telah terlebih dahulu masuk di
jurusan ini.
Awal perkuliahan, dari anak SMA ke anak kuliahan hal yang
paling sulit adalah beradaptasi. Beradaptasi dengan lingkungan belajar yang
baru, teman baru, proses belajar mengajar yang berbeda dengan masa SMA adalah
tantangan yang cukup berat. Sempat desperate dan malas-malasan, tapi lama-lama
akhirnya mencoba untuk menikmati.
Dan akhirnya, hingga detik ini dimana hingga mendekati
semester akhir saya masih ada disini di kampus ini. Saya turut bertransformasi
bersama dengan kampus ini. Kampus yang hanya berawal dari sebuah jurusan yang
menumpang di fakultas lain, sampai berubah status menjadi Fakultas Ilmu Sosial
dan Politik di awal tahun 2012 lalu. Dari gedung kampus yang kecil sederhana
hanya terdiri dari beberapa ruangan dengan fasilitas minim di Fakultas Ekonomi,
hingga pindah ke kampus yang letaknya paling ujung di Universitas Palangkaraya
dengan fasilitas yang memadai. Di kampus FISIP, saya bertumbuh kembang dari
anak-anak lulus SMA yang bego menjadi seorang mahasiswi. Di kampus FISIP, saya
bersama kakak-kakak senior dan teman-teman angkatan 2009 mengenal dunia sosial
politik. Kami belajar, kami berdiskusi, kami berdebat, kami bermain. Kehidupan
di kampus FISIP yang penuh dinamika, kami menemukan teman, sahabat, cinta, bahkan
keluarga.
Di kampus ini saya menemukan banyak hal. Well, saya tidak
mengatakan selama kehidupan yang saya jalani di kampus selalu berjalan mulus,
sometimes ada hal-hal yang menyebalkan. Tapi jika mau dilihat kembali, berada
dan menjadi bagian dari keluarga besar kampus FISIP adalah salah satu hal yang
paling membahagiakan dalam hidup saya. Saya belajar berorganisasi dan bertemu
dengan banyak orang. Saya menemukan sahabat yang beragam karakternya yang
kadang-kadang rada ajaib dan susah untuk dinalari dengan logika. Kami bersama,
berbagi moment mengenai makna kebersamaan, tak jarang diantara kami muncul
pertentangan satu sama lain. Tapi itu hidup bukan ? Tidak ada yang datar-datar
saja, dan sekali lagi hal yang paling mudah untuk dilakukan adalah menikmati.
Ya, menikmati..., begitu menikmatinya hingga saya
berharap saya bisa menekan tombol pause/tunda agar hidup saya bisa stagnan
disaat ini dan tetap menjadi muda haha, konyol ! Konyol karena sebegitu
beruntungnya saya berada di kampus ini bertemu dengan kalian sahabat-sahabatku,
teman angkatanku 2009, selain itu
angkatan lain baik itu senior hingga junior. Beruntungnya saya, bisa menikmati
masakan Kantin Mina dan Pentol Kuah/ Gorengan Amang dan Acil yang menjadi idola
bagi lidah sebagian mahasiswa di kampus. Ya, mereka adalah bagian kecil dari
kampus yang berarti, tak terbayang bagaimana perut yang lapar sehabis kuliah
tak terganjal oleh masakan yang mereka buat. Dan tak kalah serunya, apabila
area kantin dan sekitar area gerobak pentol tidak hanya dijadikan sebagai ajang
untuk mengganjal perut, tapi juga sebagai berdiskusi, berselisih, bermain,
bercanda, hingga bergosip ria. Kini, kampus FISIP dengan jumlah mahasiswa dan
alumninya kian hari kian bertambah. Dan tentu saja akan ada banyak kisah-kisah
lain yang akan tertulis disana, di
kampusku : KAMPUS FISIP UNIVERSITAS PALANGKARAYA.